Home » , » Model Pendidikan Maria Montessori

Model Pendidikan Maria Montessori

Written By Hidayat Jayagiri on Tuesday, January 29, 2013 | 11:06 AM

Gerakan perubahan metode pendidikan yang temaktub dalam draft Kurikulum 2013 secara garis besar mempunyai inti mulia yaitu mengembangkan peserta didik untuk menemukan proses pembelajaran yang aktif dan mandiri. "Kesalahan" orang dewasa sebetulnya ikut berperan dalam membentuk kepribadian anak dalam pendidikan. Anak seakan menerapkan "skenario" para pengatur pendidikan (di sini termasuk guru) yang mengarah pada proses menghafal, bukan berpikir. Peserta didik hanya menerima "suapan", bukan eksplorasi dan minat pribadi dalam belajar.

Mengenal Metode Pendidikan Model Maria Montessori
Untuk memahami kasus ini rupanya kita harus belajar lebih banyak mengenai metode pendidikan yang dikembangkan Maria Montessori. Siapa Maria Montessori? Ia lahir di Chiaravalle, Ancona, Italia, 31 Agustus 1870 dan meninggal di Noordwijk, Belanda, 6 Mei 1952 pada umur 81 tahun. Ia adalah seorang pendidik, ilmuwan, dokter Italia. Ia mengembangkan sebuah metode pendidikan anak-anak dengan memberi kebebasan bagi mereka untuk melakukan kegiatan dan mengatur acara harian. Metode ini kelak dikenal dengan Metode Montessori. Penerapan ilmu-ilmu ilmiah modern dalam pendidikan terutama oleh gerakan “Pedagogi Ilmiah“ justru membelenggu perkembangan jiwa anak (Montessori, 2002). Inilah yang menjadi landasan kita dalam memahami bagaimana hakikat pembelajaran bagi anak.

Ruang "lab" pendudikan Maria Montessori awalnya berkonsentrasi pada masalah keadaan anak-anak dengan mental terbelakang di panti asuhan. Kebanyakan anak-anak tersebut terganggu mentalnya karena kesalahan orang dewasa. Pada 1900, ia mendirikan sekolah khusus bagi anak-anak yang mengalami kesulitan belajar di Roma. Ia menggunakan caranya sendiri dan berhasil mendidik anak-anak tersebut dengan hasil yang sebaik anak-anak biasa.
Ia menerapkan metode pedagogi ilmiah yang dikenal dalam dunia pendidikan. Pedagogi ilmiah merupakan penelitian tentang pendidikan dengan cara melakukan pendekatan ilmiah seperti biologis, antropologis, psikologis, maupun linguistik.Ia meneliti kondisi fisik anak-anak dengan melakukan berbagai observasi ilmiah, eksak, dan rasional  selama masa kanak-kanak. Untuk sistem pengajaran pada guru, ia melatih guru agar mampu menggunakan ukuran-ukuran antropometrik pada anak. Metode iini tiada lain untuk mendapatkan pengetahuan langsung mengenai metode pendidikan yang paling tepat bagi anak-anak.

Ia menggunakan percobaan dengan membandingkan antara pendidikan sistem "robot" dimana anak hanya sebagai objek, bukan sumber daya belajar.  Ia melakukan percobaan bagaimana anak didik dianggapa sebagai mesin. Kemudian, dilakukan pengukuran-pengukuran yang eksak dengan ditunjang peralatan-peralatan belajar yang sudah terukur secara eksak. Hal ini mendapatkan hasil kesimpulan dengan metode ini, anak tidak dapat bergerak bebas. Anak dipaksa untuk diam dan disiplin di dalam kelas. Selain itu, pemberian hukuman dan hadiah juga juga diterapkan. Anak dibiasakan melakukan sesuatu karena motivasi eksternal, yaitu hanya untuk mendapatkan hadiah dan menghindari hukuman dari pendidik, dan bukan karena motivasi internal yang lebih kuat berupa minat atau rasa tertarik untuk mempelajari sesuatu. Dengan demikian pendekatan mereka itu membelenggu anak secara lahiriah (dengan meja dan kursi ketat) dan batiniah (lewat pemberian hadiah dan hukuman).

Dari pendekatan yang telah dijelaskan, Montessori mengkritik pendekatan tersebut dikarenakan (Montessori, 2002):

- Pengetahuan eksak tentang kondisi fisik anak tidak dengan sendirinya dapat dijadikan dasar untuk merumuskan metode pendidikan, karena keduanya merupakan dua masalah yang berbeda. Bagi Montessori, tahu ukuran kepala anak ataupun tahu panjang kaki dan tangan secara eksak tidak dengan sendirinya membuat orang mengerti metode pendidikan yang tepat bagi anak.

- Pendekatan tersebut terlalu berat sebelah, karena pendekatan tersebut hanya menerapkan pengetahuan ilmiah untuk memahami anak secara materialistis dan mekanis.

Tujuan Model Pembelajaran Maria Montessori
Fakta tersebut membuktikan bahwa proses "memanusiakan manusia" dalam dunia pendidikan menurut Maria Mentessori adalah proses pembelengguan yang menciptakan kultur pendidikan satu arah. Anak dianggap bukan potensi diri yang masing-masing mempunyai kekhasan dan kelebihan tersendiri. Lanras, ia pun menciptakan sebuah metode Mentessori. Ia bergerak ke arah filsafat pendidikan.

Filsafat tersebut dijadikan pendekatan dengan gagasan untuk memberikan anak ruang berekspresi dan kebebasan berkreasi dalam lingkungan yang kaya pertualangan dan kesenangan yang terencana dan terstruktur. Program Montessori mencakup 5 program inti, yaitu praktik kehidupan sehari-hari, sensorial (menggunakan 5 pancaindra), bahasa, matematika, dan budaya. Metode Maria Montessori membuat anak dituntut untuk dapat berkembang sesuai dengan periode perkembangannya saat mereka mulai peka terhadap tugas- tugasnya. Maria Montessori berpusat pada peserta didik. Oleh sebab itu, disebut dengan Student Centered Learning (Santrock, 2008).

Adapaun tujuan dari metode Maria Montessori adalah (Santrock, 2008):
- Membantu para orang tua dalam menerapkan pola pengajaran yang efektif bagi anak mereka.
- Membantu anak-anak didik dalam mengembangkan tingkat intelektual, psikomotor, dan afektif yang ada pada diri mereka.
- Membuat anak dituntut untuk dapat berkembang sesuai dengan periode perkembangannya saat mereka mulai peka terhadap tugas-tugasnya
- Mengajarkan pada anak cara belajar yang efektif dan optimal melalui permainan.
- Mengembangkan keterampilan yang menekankan pada pentingnya anak bekerja bebas dan dalam pengawasan terbatas.
- Anak diajarkan untuk dapat berkonsenterasi dan berkreasi
- Guru hanya sebagai pengamat dan pembimbing, karena anak dibiasakan untuk memilih sesuai dengan keinginan sendiri.

Baca artikel terkait:

Bagikan artikel ini :
Posted by : Hidayat Jayagiri
Hidayat Jayagiri Updated at: 11:06 AM

Artikel Menarik Lainnya

 
Support : About | Privacy Policy | Kontak | Site Map
Copyright © 2012. www.hidayatjayagiri.net - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template