Home » » Kurikulum 2013 Berlaku Penuh 2014

Kurikulum 2013 Berlaku Penuh 2014

Written By Hidayat Jayagiri on Rabu, 06 Februari 2013 | 14.54

Rencana penerapan Kurikulum 2013 sampai sekarang masih dalam masa persiapan. Ketika tulisan ini dibuat (Februari 2013), buku pendukung pelajaran untuk tingkat SD masih terus "dikebut" ditulis oleh para penulis yang diseleksi oleh Pusat Perbukuan dan Kurikulum (Puskurbuk). Lantas, kapan penerapan Kurikul 2013 ini sendiri dilaksanakan? Menurut berita dari media massa, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim menyebutkan Kurikulum 2013 ini ditargetkan mencakupi 30% wilayah pada tahun 2013. Adapun pemberlakuan secara penuh akan dilaksanakan pada tahun ajaran 2014.

Khusus untuk sekolah dasar (SD)minimal 30 persen dari SD yang ada di setiap kabupaten. Lalu dilanjutkan dengan tahap berikutnya secara menyeluruh  hingga mencapai angka 100%. Tentunya, untuk menerapkan Kurikulum 2013 tersebut ditunjang pula dengan sosialisai kurikulum kepada guru-guru di berbagai wilayah. Adapun penerapan 30 persen itu sifatnya minimal. Penerapan minimal itu dilakukan karena sumber daya manusia Kemendikbud yang terbatas, tapi 2014 sudah harus berlaku total dan di seluruh Indonesia. Kriteria 30 persen SD yang akan memberlakukan kurikulum 2013 itu, tetap berkeadilan dengan merepresentasikan sekolah negeri dan swasta. Selain itu juga ditargetkan untuk merepresentasikan sekolah berakreditasi A, B, dan C.

Jika digambarkan, di Indonesia ada sebanyak 148 ribu sekolah dasar (SD). Kalau 30% saja sudah ada 48 - 49 ribu guru SD yang harus dilatih untuk melaksanakan kurikulum 2013.  Adapun sosialisasi kurikulum 2013 yang dilakukan Kemdikbud tersebut terus gencar dilaksanakan di berbagai wilayah agar guru-guru nantinya siap. Kurikulum 2013 merupakan penyederhanaan kurikulum sebelumnya yang akan mendidik kreativitas peserta didik, termasuk memudahkan para guru dalam mengajar.

Ciri Kurikulum 2013 ini sesuai dengan kondisi suatu daerah, sehingga peserta didik akan bisa memunculkan kemampuan yang dia miliki. Dengan hadirnya Kurikulum 2013 ini diharapkan anak didik bukan sekadar "robot-robot" yang dijejali dengan segala penjelasan dari guru. Dalam kurikulum ini, guru bertindak sebagai fasilitator. Dengan harapan, siswa mampu mengembangkan dirinya sendiri tanpa terbelenggu oleh budaya belajar selama ini yang berorientasi nilai, bukan kemampuan/keterampilan yang menjadi bekal dia kelak. Diharapkan, kurikulum ini juga mampu menjadikan siswa/peserta didik yang "mengerti", buka "menghafal". Kita tunggu saja bagaimana perjalanan penerapan Kurikulum 2013 ini di lapangan nanti.

Baca artikel terkait:

Bagikan artikel ini :
Posted by : Hidayat Jayagiri
Hidayat Jayagiri Updated at: 14.54

Artikel Menarik Lainnya

 
Support : About | Privacy Policy | Kontak | Site Map
Copyright © 2012. www.hidayatjayagiri.net - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template